amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss138d7{clear:both;}div.acss5dc76{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:3;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Berita

ID Humanity Dompet Dhuafa dan PMI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pertolongan Pertama untuk Relawan se-Sulawesi


Palu, Sulteng–ID Humanity Dompet Dhuafa bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah mengadakan pelatihan sekaligus sertifikasi pertolongan pertama (P2) untuk para relawan di regional Sulawesi, pada Kamis (22/5/2026) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, Kamis (22/5) sampai Sabtu (24/5), merupakan upaya ID Humanity Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. 

Siti Rusmiyati, Deputi Direktur II Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa menjelaskan dalam sambutannya bahwa  peran relawan dalam menebar kebermanfaatan dari program-program Dompet Dhuafa sangatlah besar. 

Sehingga, menurut Siti Rusmiyati, relawan mesti memiliki kompetensi yang bisa menunjang mereka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini adalah pertolongan pertama saat kondisi gawat darurat. 

“Tanpa peran serta relawan kita tidak bisa berkembang. Kita tidak bisa berkontribusi secara lebih luas. Karena itu para relawan harus punya kompetensi. Jadi tidak sekadar hadir, tapi mereka bisa membantu, dalam hal ini penyintas pada kegawatdaruratan, dengan prosedur yang benar,” ujar Siti Rusmiyati. 

Ada sekitar 30 relawan yang hadir mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi, di antaranya Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Manado. 

Para relawan selama pelatihan akan mengikuti rangkaian kelas materi dan praktik terkait pertolongan pertama. Amyadin, trainer dari PMI Sulteng, menyampaikan setelah mengikuti semua materi dan praktik para peserta dianggap sudah mampu melakukan aksi pertolongan pertama yang tepat. 

Amyadin juga mengatakan wawasan dan keterampilan pertolongan pertama perlu dimiliki setiap orang, terutama para relawan yang kerap hadir dalam kondisi gawat darurat di daerahnya. Ketika para relawan memiliki kapasitas tersebut, mereka mampu memberikan penanganan yang cepat dan cepat untuk penyintas. 

“Cepat dan tepat. Dua hal ini yang harus dipegang teguh oleh relawan yang ingin membantu penanganan gawat darurat. Karena prinsip pertolongan pertama itu cepat dan tepat. Pertolongan pertama berkaitan dengan persoalan kegawatdaruratan, jadi dua hal ini harus ada,” terang Amyadin.

Amyadin mengharapkan peserta bisa menjalani pelatihan dengan baik dan tuntas, sehingga mereka siap turun membantu masyarakat. 

Para relawan yang mengikuti pelatihan ini ke depannya akan tergabung menjadi relawan kemanusiaan ID Humanity Dompet Dhuafa. 

Adapun, kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini akan ditutup dengan aksi sosial: cek kesehatan gratis, donor darah dan penyaluran sembako untuk kaum dhuafa di sekitar Kota Palu, pada Minggu (24/5/2026). Aksi sosial ini melibatkan PMI Sulteng dan para relawan ID Humanity Dompet Dhuafa. 

Melalui kegiatan ini, ID Humanity Dompet Dhuafa berharap lahir semakin banyak relawan kemanusiaan yang memiliki kapasitas, kesiapsiagaan, dan semangat kolaborasi dalam merespons berbagai situasi darurat. (Muhammad Afriza Adha, Juli Haryadi/ID Humanity Dompet Dhuafa)

ID HUMANITY

Recent Posts

Penghidupan Belum Pulih Pasca-Gempa NTT, DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Sembako

Manggarai, NTT–Sudah hampir satu bulan, Habiba, 45 tahun, warga Jembatan Besi, Kelurahan Mata Air, tidak…

22 hours ago

Stadium Generale Cordofa: Wujudkan Semangat Dakwah Berdampak dari Kota Padang

Padang—Dari sudut ke sudut ruangan di Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol,…

2 days ago

DMC Dompet Dhuafa dan Relawan Gabungan Bantu Padamkan Karhutla Kalteng

Kotim, Kalteng—Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan bantu pemadaman kebakaran hutan dan…

2 days ago

Dari Teras Rumah hingga Tenda Pengungsian, Perjuangan Perempuan Penyintas Gempa NTT

Manggarai, Nusa Tenggara Timur–”Meskipun untungnya lima ribu rupiah, Alhamdulillah. Kalau terus di rumah mau makan…

2 days ago

Belajar di Bawah Pohon, Dompet Dhuafa Dirikan Sekolah Darurat

Nagekeo, NTT -- Dompet Dhuafa gencarkan Sekolah Darurat di institusi pendidikan di Nagekeo, Nusa Tenggara…

4 days ago

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Sejumlah Wilayah, Dompet Dhuafa Bagikan Masker untuk Warga

Banten–Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Banten, Jabodetabek dan Lampung. Pada Minggu…

5 days ago